Kebiasaan buruk berkomunikasi

Hati-hati dengan Kebiasaan  buruk berkomunikasi…! karena akan berpengaruh dengan reputasi yang sedang anda jalani, padahal Anda menganggap bahwa sudah menjalin komunikasi yang baik, tepat dan benar.

Kebiasaan  buruk berkomunikasi seperti halnya “Poor communication can exact a cost on your productivity, opportunities and success. The problem increases when bad communication becomes habitual”.

Kebiasaan  buruk berkomunikasi yang harus diwaspadai agar anda dapat mengingatkan diri kembali memberikan yang terbaik untuk relasi, pelanggan dan rekan kerja anda. Berikut ini penjelasannya :

1. Menghubungi ketika hanya membutuhkan : orang yang diberi informasi / penawaran produk baru atau pun akan dimintai pertolongannya tentu akan merasa tidak simpati. Karena ia merasa hanya diperlukan pada saat jika ia dibutuhkan. Beda halnya jika ia selalu mendapatkan up-dated information, ia akan menjadi seperti berada dalam lingkaran sang penghubungnya.

2. Tidak menindaklanjuti pesan / janji : ingatlah bahwa “pelanggan yang puas akan bercerita kepada 3 orang, yang tidak puas akan bercerita kepada 3000 orang” tidak adil memang, tapi demikianlah kejamnya dunia jika etika komunikasi diremehkan.

3. Tidak menelepon / menghubungi kembali : sebagai contoh ketika menerima keluhan dari pelanggan, seringkali hal ini tidak ditanggapi atau dijanjikan akan dihubungi kembali untuk memberikan alternatif solusi, namun pelanggan sampai dengan waktu yang telah dijanjikan tidak mendapatkan konfirmasi sehingga pelanggan pun merasa seperti mendapatkan “angin surga” saja. Kebiasan buruk ini harus dihindari dengan cara mencatat dengan lengkap beserta alternatif solusi , kemudian menelepon kembali pada waktu tertentu untuk memberikan konfirmasi dan sehingga komunikasi pun berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil kesepakatan dengan pelanggan.

4. TIdak menjawab email / sms : berapa banyak orang yang masih merasa tidak berkewajiban menjawab email / sms yang masuk jika isinya bukan berupa pertanyaan. Lalu, pertanyaannya adalah untuk apa seseorang mengirimkan email / sms kepada anda jika ia tidak merasa anda adalah orang yang sepantasnya mengetahui pesan / informasi itu ? apakah ketika ia mengirimkan email / sms kepada anda ia tidak mengeluarkan biaya? lalu, mengapa anda tidak memberikan sekadar apresiasi kecil dengan membalasnya dan mengucapkan terima kasih atas yang telah dikirimkanya kepada anda? ini harus diatasi. ini bukan hanya akan merusahk relasi antar insani, dalam jangka panjang ia juga akan merusak citra korporasi.

5. Tidak pernah mengucapkan “terima kasih” : dua kata “terima kasih” adalah bagian dari kalimat apresiasi yang bisa meluluhkan hati orang yang tengah marah, menambah kebahagian mereka yang tengah senang dan menghibur mereka yang sedang sakit. Maka, mari belajar mengucapkan dua kata itu dengan tulus disertai tatapan mata simpatik agar kebiasan buruhk berubah menjadi kebiasaan baik.

Kelima kebiasaan buruk dalam berkomunikasi tersebut harus segera diatasi saat ia mulai menunjukkan eksistensinya. Semoga kebiasaan berkomunikasi kita akan menjadi lebih baik dan layak untuk dibanggakan.

artikel majalah luar biasa, edisi Maret 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s